Buku Tamu


ShoutMix chat widget

Akhlak, Pondasi Utama Dalam sebuah Kebangkitan Bangsa

Minggu, 28 Februari 2010

Kita sering mengeluh tentang sebuah bangsa yang tidak pernah maju-maju. Atau mengeluh sebenarnya ada apa dengan bangsa ini. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, sebuah bangsa yang sangat dikagumi karena banyak mineral alam yang terkandung, tapi mengapa, bangsa ini tidak pernah mengenyam masa kejayaan. Yang ada hanya penjajahan, pemberontakan dan teroris. Tiada ada dalam kamus Indonesia ini semua hidup tentram dan damai.
Kita para penghuni bangsa ini sangat ingin berharap munculnya sebuah peradaban bangsa dengan masyarakat madani. Oleh karenanya nanti muncul sebuah Negara yang madani juga. Dalam mencapai itu semua, kita membutuhkan 4 pilar yang semua itu ada bangunan utamanya yaitu : AKHLAK atau MORAL. Akhlak atau moral di bangsa ini sedang mengalami degradasi yang sangat drastis.

Dan ini kembali ke zaman sebelum nabi Muhammad dilahirkan. Ketika Muhammad diutus menjadi seorang nabi dan rasul, beliau bersabda : sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak. Ini bisa kita lihat sekarang, moral dalam bangsa sangat dibutuhkan dan nantinya ini akan tercermin dalam setiap individu masing-masing.
Jika setiap moral orang runtuh, maka tunggulah kehancuran bangsa. Dan allah akan mengganti sebuah generasi yang semua generasi itu taat pada allah. Untuk sementara ini, mencerdaskan bangsa ini tidaklah butuh dengan pendidikan saja. Tetapi bagaimana setiap orang ini bisa mencerdaskan moralnya. Orang pintar tapi punya moral bejat sama saja. Karena buat apa dia pintar tapi, otaknya tidak digunakan untuk berfikir.
Ketika moral dalam setiap individu ini baik, maka implementasinya adalah keluarga. Keluarga ini adalah cikal bakal dari sebuah masyrakat yang madani juga. Miniatur kecilnya sebuah masyarakat itu diatur di sebuah keluarga. Dalam hal ini, penyaringan moral individu masih belumlah sempurna, karena moral individu ,masih bisa dipengaruhi oleh kedua orang tuanya ataupun anggota keluarga yang lain. Sesungguhnya manusia dilahirkan dalam keadaan fithrah, orang tuanyalah yang menjadikannya majusi, yahudi dan agama lain. Jadi, moral ini masih belum matang. Tapi, disini juga yang bisa membentuk benteng moral dari kejelekan-kejelekan moral masyarakat. Intinya, di keluarga ini individu mendapatkan satu imun yang kuat untuk bisa menolak kekuatan-kekuatan jelek dari masyarakat.
Setelah, di keluarga individu telah mendapatkan imun moral kebaikan maka ada dua kemungkinan setelah itu. Pertama, karena masyarakat itu sejatinya sangat sulit untuk dipahamkan masalah akhlak ini maka, karakter ini yang sanggup mengubah masyarakat menjadi masyarakat yang lebih sholih dan berperadaban agung. Kedua, ini yang diam saja saat kemaksiatan dalam masyarakat meluas. Tetapi, akhirnya ia menyingkir bukan karena tidak sanggup tapi, untuk menyelamatkan akidahnya.
Masyarakat madani inilah yang akan seperti masyarakat yang diidam-idamkan manusia. Ketika masyarakat ini semua memiliki moral yang tangguh, dan disini individu mendapat imun yang kedua yang lebih kebal. Dan bisa dibilang, imun ini adalah imun terakhir dari semua itu. Karena, dari internal masyarakat telah terpahamkan dan punya sebuah jati diri dan akhlak yang karimah. Tinggal, bagaimana Negara memfasilitasi orang-orang yang seperti ini. Karena masyarakat ini akan berafiliasi kedalam Negara tersebut. Kalau Negara tidak memfasilitasi individu-individu ini, isme-isme dalam dunia luar bisa menghancurkan Negara ini dan peradaban masyarakat bisa hancur karena hal ini. Dampak akhlak sangat luar biasa sekali. Oleh karenanya mengapa nabi Muhammad diutus hanya sebagai penyempurna saja. Dari kebiadaban moral akan muncul kesombongan dari situ akan muncul paham-paham yang sangat mengancam moral individu lainnya.
Bangsa ini sebenarnya kaya, tapi karena tidak punya jati diri dan akhlak yang baik, maka dengan mudah semua penjajah menjajah semau mereka.
Wallahu a’lam bishowab

0 komentar:

Poskan Komentar