Buku Tamu


ShoutMix chat widget

Maafkanlah, Kau akan tenang

Minggu, 28 Februari 2010

Saudaraku seiman,

Perjuangan dalam islam memang sulit, waktu yang panjang, dan terjal. Walau bagaimanapun, jalan islam merupakan suatu tujuan. Oleh karena itu, ia membutuhkan pejuang-pejuang islam yang sabar dalam setiap kondisi yang menyakitkan baginya. Ia harus tetap menjalankan misi ini walau harus dikucilkan. Ditengah jalan, nanti akan dijumpai banyak celaan, cemoohan, yang terkadang membuat kita ciut untuk menjalaninya.

Terkadang kesabaran pun ada batasnya. Oleh karena itu, disini kita diperingatkan oleh hikmah atau pelajaran dari kisah Nabi SAW yang sedang berdakwah di Thaif. Saat Nabi berdakwah dengan cara layyinan atau lemah lembut, tapi penduduk Thaif membalasnya dengan lemparan batu-batu dan kotoran unta. Misalkan, jika kita yang dilempari penduduk itu, apa yang akan kita lakukan ? Mungkin, kita akan marah dan akan mengadu kepada Allah agar segera mengadzab mereka. Begitupun malaikat yang tidak terima dengan perlakuan seperti itu. Malaikat itu meminta kepada nabi agar di-adzab-lah penduduk itu.

Tapi pa yang diucapkan oleh seorang perintis dakwah islam ini ? Jangan !!! mereka hanya belum tahu. Dan rasul berdoa, kurang lebihnya seperti ini : “Ya Allah, jadikan dari tulang sulbi mereka nantinya yang akan menguatkan agama ini. Apakah oleh Allah langsung dijawab saat itu ? Tidak, tapi Allah menjawab saat wafatnya nabi. Ketika nabi wafat, orang-orang pinggiran madinah itu murtad, kecuali orang-orang Thaif. Hanya akidah mereka yang tak tergoyahkan Karena doa nabi Saw tadi.

Saudaraku,

Kisah tadi membuktikan bagaimana efek kesabaran dan memaafkan. Dakwah yang disebarkan tidak harus melalui kekerasan. Selama jalan hikmah masih bisa. Memaafkan orang itu sulit sekali. Apalagi terhadap orang yang kita benci. Untuk memaafkannya saja, kita membutuhkan beberapa waktu lamanya. Apa ini mencerminkan criteria seorang pejuang dakwah ? Memaafkan itu memang terkadang gengsi kita jatuh. Ketika ada orang kaya yang melakukan kesalahan pada orang miskin, misalnya. Orang kaya itu tidak akan meminta maaf terlebih dahulu. Karena gengsinya yang besar itu, sehingga ia menutupi hatinya untuk meminta maaf kepada seorang miskin tadi. Memaafkan itu jauh lebih nyaman. Jika kita salah, meminta maaflah terlebih dahulu. Jika kita benar, meminta maaflah terlebih dahulu juga. Kita merasa indah jika memafkan. Janganlah ada dendam dalam diri setiap pejuang islam. Memaafkan merupakan sifat yang harus dimiliki olehnya. Hilangkan kalimat yang bisa memecahbelah umat ini. Jangan sampai ada dalam diri kita itu terucap : “Tiada maaf bagimu”. Naudzubillah

Empat kata yang sulit untuk diucapkan, namun efeknya yang mengguncang dunia. “…..dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu ? (An-Nur : 22). Nabi bersabda : Sesungguhnya seorang hamba hanya bisa meraih derajat orang yang banyak melaksanakan puasa dan qiyamulail, dengan sifat pemaaf. Subhanallah !!! Bergembiralah kalian wahai pejuang islam, derajat kita hampir sama dengan orang yang berpuasa dan sedang qiyamulail, jika kita memaafkan.

Wahai saudaraku….

Ingatlah diri kita. Darimana kita berasal ? Dari apa kita terbuat ? Merasa hinakah dengan apa kita lahir ? Pahami dan renungkan. Mengapa kita sampai tega mengutuk orang-orang yang tidak mau bergabung dengan kafilah kita. Atau lebih parah lagi kita tidak mau memafkan mereka. Tidakkah kita tahu, semulia-mulianya diri kita masih ada Allah yang lebih mulia dari kita. Lantas, mengapa kita tidak sanggup mengucapkan kata maaf kepada orang yang telah bersalah kepada kita, sedangkan Allah dengan mudah memaafkan hamba-Nya. Bahkan lautan maaf Allah lebih luas dari lautan di dunia ini.

Ingatlah juga oleh diri kita pribadi. Agama ini akan runtuh jika kita bercerai-berai. Manusia disana memusuhi manusia lainnya. Tidak ada persatuan yang mem-background diri mereka. Memaafkan itu adalah cikal bakal dari persatuan dan kesolidan yang sulit duruntuhkan oleh umat manapun. Tanpa kata maaf, bukan hanya agama ini yang hancur, melainkan seluruh alam akan seperti yang diprediksikan oleh malaikat sewaktu Allah menciptakan adam, pertumpahan darah. Sebelum emosi memuncak, maafkan dan peluklah saudaramu. Katakan pada mereka : Maafkan aku sobat !

Saudaraku,

Agama ini butuh orang-orang yang lapang dada, sabar dan pemaaf. Jika islam berdiri, tiada pertumpahan darah. Islam akan memaafkan musuh-musuhnya, seperti saat Fathul Makkah.

Saudaraku seiman,

Maafkanlah, maka semuanya akan tenang.



0 komentar:

Poskan Komentar